Jumat, 03 Maret 2017

Sepotong Hati yang Hilang



                                     Sepotong Hati yang Hilang
Mencintaimu adalah takdir yang harus kugenggam erat-erat karena, ku tahu suatu saat nanti kau akan lepas dari genggamanku, mencintaimu meski kadang aku harus menyakiti hatiku, mencintaimu dan membiarkan dirimu memiliki seutuh hatiku, dan tidak membiarkan seseorang untuk memilikiku. Inilah kebahagian terindah ketika memiliki cinta yang hebat.Kau bahkan membuatku selalu bersyukur memilikimu, menjagaku dan menyayangiku.Setiap bisikan yang kau uraikan dengan perasaanmu membuatku berdetak.
Begitu bahagianya diriku sebagai wanita, memiliki laki-laki hebat di sampingku, yang mencintaiku apa adanya. Jika bisa kuutarakan dengan jiwa sombong yang ada dalam sebersik di hatiku, ingin kuteriakkan pada dunia, bahwa kau adalah laki-lakiku. Bahkan dalam setiap doa yang ku ucapkan selalu ada untaian namamu, ku minta pada yang Maha Memiliki, Maha mengetahui, Yang Maha pengatur segalanya, ku minta dirimu untuk jadi jodohku, dan nama yang akan di tulis dalam buku kemegahan bahtera.
Dan mungkin ini yang  namanya cinta, tak selalu semulus dan sejalan yang dibayangkan, selama-selamanya hubungan yang berlangsung Sembilan tahun itu perlahan rapuh, goyah dengan angin kencang yang datang dari segala arah, godaan yang membisu akibat jarak yang terpisahkan antara kita berdua, terhalang kesibukanmu dan kesibukanku. Dan pada akhirnya aku mulai bosan dan mencari keadaan baru, aku di perkenalkan oleh keluarga, seorang laki-laki yang cukup mapan meski umurku terpaut begitu jauh, itu membuatku perlahan melupakanmu yang jauh di sana, aku berpikir menunggumu akan menjadikan penantianku sia-sia. Aku tidak tahu kapan dirimu datang untukku, meresmikan rencana-rencana masa depan yang pernah kita rencanakan, membuat mimpi-mimpi yang pernah kita impikan bersama menjadi kenyataan dan itu yang ingin aku lakukan bersamamu, dan itu dulu….!!!
Sejak kehadiran orang lain itu, selama tiga bulan aku mengabaikanmu, dan laki-laki yang di perkenalkan padaku mengatakan maksudnya untuk melamarku dengan persyaratan yang sudah di sepakati. Mendengar itu entah angin apa yang menampar dadaku, tiba-tiba aku ingat dirimu yang jauh di sana, dirimu yang begitu ku sayangi. Aku mengabaikan laki-laki itu dan meraih ponsellku, ku buka semua pesan yang kau kirimkan padaku tanpa balasan, perlahan jari-jariku mengetik perhuruf dan merangkainya jadi kata dan kalimat lalu mengirimnya padamu, satu pesan, dua pesan, 3 pesan, kau mengabaikanku. Aku tidak menyerah, kembali berulang pesan ku kirimkan padamu, selama tiga hari kau masih mengabaikanku, di situlah aku merasa hatiku menciut, karena tak satupun pesan yang kau baca, di hari berikutnya aku masih terus mengirimimu pesan, mungkin sudah puluhan pesan yang kukirim dan kau masih belum membacanya, sampai pada suatu saat, aku kembali membuka pesanku, dan kau sudah membacanya, aku begitu senang, dan menunggumu membalasnya, tapi apa yang aku harapkan tidaklah seperti itu.
Beberapa hari bahkan hampir seminggu berlalu kau hanya membuka pesanku tanpa membalasnya, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, merindukanmu dengan jarak seperti ini, harus ku pikul sendiri. Menangis bahkan tidak membantuku untuk menahan rindu ini, aku seperti menjadi orang satu-satunya yang ada di dunia, tidak ada yang bisa aku lakukan !hanya bisa merasa kesal dengan penyesalanku pernah mengabaikanmu selama tiga bulan itu.
Mungkin kau sudah lelah dengan pesan yang bertumpuk masuk, tiba-tiba kau membalas pesanku, mungkin kau tidak tahu sebahagia apa diriku. Aku menjelaskan semua padamu tentang diriku yang mengabaikanmu, alasanku melakukannya dan kau memaafkanku, aku tidak tahu mengapa rasa cintaku padamu begitu besar, bahkan ketika Sembilan tahun itu berjalan, selama itu juga sudah dua kali kau menduakanku, aku tidak mempermasalahkan itu, bahkan ketika aku menghindarimu kau terus memberikan perhatianmu padaku, kadang aku berpikir cinta membuatku berpikir bodoh, tidak bisa meninggalkan dirimu yang sering berbohong, karena aku wanita,!
 MEWAKILI WANITA YANG HATINYA BEGITU RAPUH DAN LEMAH, sekuat apapun dirimu wahai wanita, tapi ketika hatimu di khianati oleh kepercayaan maka kau akan sakit, tapi wanita yang tegar banyak di dunia ini, meskinya hatinya di sakiti dia akan mampu berdiri, menjadikan sakit hatinya adalah proses tempaan yang akan membuatnya semakin kuat menjalani hidup, semakin banyak kau di tempa oleh kerasnya dunia cinta, akan menjadikanmu wanita yang berhati menentukan pilihan hidup.
Dan itulah yang aku alami sekarang, aku mencoba mengikuti alurnya, mengikuti apa yang diinginkan hatiku, walau ku tahu itu tidak benar, yang benar di pikiranku saat ini hanya ingin bersamamu, dan selama 3 bulan itu aku kembali berkomunikasi denganmu, mengirim pesan semalamam, mengucapkan selamat malam untukku, menghubungiku jika kau rindu padaku, rasanya rindu yang baru-baru menyakitiku seakan sembuh olehmu kembali. Selama tiga bulan itu, perlahan kau mengabaikanku, hanya satu atau dua pesan yang kau kirim, perlahan kau kembali hilang seperti di telan oleh sekumpulan virus.Menghubungimu pun sia-sia karena Roaming Internasinal yang kadang mahal, aku harus menghabiskan rupiah hanyaa untuk menghubungimu, tetapi seperti yang kukatakan tadi, semuanya sia-sia, karena kau lagi-lagi mengabaikanku.
Hampir setiap malam tetesan air mata rindu yang ku simpan dalam hatiku, keluar membasahi selimut dan bantal yang menemaniku menahan rindu ini. Semuanya seperti mengumpul menjadi satu dan akhirnya aku sakit beberapa hari, bahkan untuk menelan makanan pun susah, sakit hati yang kurasakan perlahan berubah menjadi penyakit yang masuk ke setiap syarafku. Bahkan setelah sembuh aku mengalami kecelakan yang cukup parah, bagian perut sekitar lambung mengalami pembengkakan, dan itu beberapa hari kurasakan sakitnya dan harus di rawat di rumah sakit selama dua hari.
Tapi ini lambat laun kembali membuatku tersadar dari kebodohan cinta yang membelenggu hatiku, aku tidak boleh bersedih kepanjangan, mungkin ini adalah kode buatku untuk menjauh darinya, memperjuangkannya secara sepihak, berlari mengejarmu tanpa henti, dan kau sendiri tidak ingin di kejar olehku, dan sampai titik di mana aku lelah berlari kepadamu, langkahku ku perlambat, sampai di sinilah aku harus berhenti, di sinilah batasku untuk memperjuangkan cinta yang begitu lama kita albumkan menjadi kenangan yang indah, album itu sudah penuh dengan kenangan kita, dan aku akan menutupnya rapat-rapat.
Membuat album baru, dengan kesendirianku tanpamu. Di sinilah hatiku sedang di proses dan di training untuk menjadi kuat, kuat terhadap cinta yang sudah meninggalkanku, menghapus setiap ukiran-ukiranmu di hatiku, meski terkadang aku masih menangis karena merindukanmu. Aku tidak ingin menyalahkan jarak kita, sehingga hubungan ini harus seperti ini. Berpikir kau bahagia di sana dengan wanita yang kau pilih adalah salah satu rasa terima kasihku karena kau pernah hadir dalam hatiku.
Sayang….?? Izinkanlah aku mencintaimu sampai saat ini, sampai aku lelah sendiri, sampai aku lupa tentangmu, sampai di saat aku bisa tersenyum untukmu dengan kebahagian yang kau buat sendiri tanpaku.
Terima kasih untuk waktu Sembilan tahun itu, meski aku masih menunggumu sampai batas waktu janji yang kau buatkan untukku.
Meski rasanya sia-sia menunggumu di pelupuk hatiku yang tergores pedih, mengucapkan perpisahan tidak semudah menghapus debu yang di kaca jendela. Butuh waktu dan kekuatan untuk bertahan.
Terima kasih untuk hatiku yang kuat, meski kau (hati) berada di pulau terpencil sekalipun kau masih bisa bertahan, kau (hati) adalah  sosok yang begitu lemah ketika di sakiti. Untuk air mata yang sia-sia kau alirkan, bertepuk pada pundakku (pipi) katakan padanya untuk BAIK-BAIK SAJA. Untuk bibir yang merah merona begitu cantik, tetaplah tersenyum meski hujan mencoba menghapusnya dan Untuk kedua tanganku teruslah melambai untuk pangeranmu, memeluknya tanpa harus menoleh, dan untukku WANITA jadikan dirimu sebaik mungkin, maka cinta yang baik akan mendekap dengan lembut.
Dan yang terakhir untuk hujan yang begitu ku sukai, kemarin kau(hujan) berbisik mengatakan padaku untuk jangan membencimu. Aku tidak membencimu, seberapa deras pun kau turun membasahiku, aku tidak akan membencimu, karena kau (hujan) begitu indah untuk ku benci. Seberapa banyak kenangan yang kau (hujan) alirkan ke memori kenanganku tapi tetap saja, kau (hujan) menginspirasiku setiap saat, karena kau pulalah membuatku kembali bahagia, kembali mencintai begitu banyak orang, merindukan semuanya, membuatku deg-degan dengan laki-laki yang diam-diam ku sukai.
                                                                                                                           H.A.S.R.I.A.H
    By ‘’Ria 2nd’’ 9 Februari 2017



Tidak ada komentar:

Posting Komentar